AWAHINUAFI.COM, JAKARTA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2025 mengalami defisit sebesar Rp104,2 triliun. Defisit tersebut sekitar 0,43 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Sementara target defisit keseluruhan tahun dalam APBN 2025 sebesar 616,2 triliun atau 2,53 dari PDB. Jadi defisit sebesar 104,2 triliun belum mengkhawatirkan karena masih dalam disain awal APBN,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam dalam keterangan pers APBN Kita di Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Sedangkan keseimbangan primer, hingga akhir Maret 2025 mengalami surplus sebesar Rp17,5 triliun. Dalam APBN 2025, keseimbangan primer di desain defisit Rp63,3 triliun.
Defisit APBN Maret 2025, berasal belanja negara yang lebih besar dari pendapatan negara. Hingga akhir Maret 2025, pendapatan negara tercatat Rp516,1 triliun atau tumbuh 17,2 persen dari target.
Sementara belanja negara tercatat sebesar Rp620,3 triliun atau tumbuh 17,1 persen dari pagu. “Jadi belanja negara maupun pendapatan negara tumbuh hampir sama besarnya di bulan Maret 2025,” ucap Menkeu.
Pendapatan negara dan belanja negara yang sama-sama terakselerasi menjadi sinyal positif. “Artinya, kabinet dalam pemerintahan yang masih baru ini sudah mulai fokus menjalani program-programnya dan diharapkan bisa berdampak ke ekonomi,” kata Menkeu menutup keterangannya.
EDITOR : ADMIN
BACA JUGA :Pemprov Papua Pegunungan Diharap Dapat Terus Mendorong Potensi Ekonomi Lokal